Category: DEFAULT

Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon


Download Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon

Alhamdulilllah, album yang dirilis dengan judul Rambayan Taduang ini tercatat sebagai album hit yang meledak di awal tahun Kemudian saya lihat ada komentar dari sesorang peminat musik Minang yang amat mengharukan saya.

Seseorang yang menamakan dirinya Djuragan motovlog itu menulis:. Postingan Djuragan Motovlog ini mengingatkan saya pada cerita seorang pemain orgen, teman saya tahun Ketika dia mengiringi seorang pemuda gagah di sebuah kenduri di Payakumbuh, kejadian seperti yang diposting Djuragan ini juga terjadi. Di alek tersebut, bukan hanya mempelai wanitanya yang menangis, akan tetapi pemuda gagah itu yang lebih dulu terisak. Ia tak selesai menyanyikan lagu Nan Tido Manahan Hati ini, karena suaranya sudah serak duluan.

Malahan, Ia pun tak sempat menyalami kedua mempelai. Selesai nyanyi, dengan gontai Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon langsung meninggalkan lokasi Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon pacarnya yang belum mampu dilupakannya hingga saat itu.

Di saat istirahat makan, teman saya pemain orgen ini mendengar beberapa orang bercerita tentang si Tukang Karcis itu. Rupanya pemuda gagah tadi berprofesi sebagai tukang karcis bioskop, Ia amat dikenal di kampung itu. Disebutkan bahwa mempelai wanita dan tukang karcis yang gagah ini sudah pacaran sejak SMA. Dulu, si gagah ini juga anak orang berada, sama dengan pacarnya yang feminin dan cantik itu.

Hartanya habis untuk membayar tagihan utang perusahaan, disamping banyak piutang yang tak bisa ditagih. Keluarganya bangkrut, sehingga Ia tak bisa melanjutkan kuliah. Berbagai pekerjaan dilakoninya, sampai akhirnya menjadi tukang karcis bioskop, sementara si gadis kuliah di Kedokteran Unand, sampai meraih gelar dokter.

Sebenarnya, pacarnya itu cukup setia. Akan tetapi, si tukang karcis ini tahu diri, terutama setelah melihat gelagat keluarga pacarnya ini yang tak lagi respek padanya. Ia menjauh, meskipun tetap merawat cintanya dalam diam, tanpa pernah lagi mau bertemu dan berkirim pesan. Bertahun si gadis menunggu kepastian, akan tetapi si tukang karcis selalu menghindar. Dalam kondisi itulah sang gadis tak kuasa menolak jodoh yang disodorkan orang tuanya. Si gadis menganggap, pacarnya ini sudah melupakannya, karena mana mungkin pemuda gagah ini tak memiliki pacar yang baru.

Saya heran juga, kenapa imajinasi yang dituangkan dalam lagu Nan Tido Manahan Hati ini bisa saya saksikan contohnya di alam nyata. Lagu ini bukan kisah saya, apalagi ketika menulis lagu ini saya tidak lagi lajang.

Hanya saja kisah sedih Zainudin dan Hayati dalam roman Tenggelamnya Kapal van Der Wijk, kisah sendu dalam beberapa cerita silat Kho Phing Ho, atau kisah-kisah yang mengharukan dalam film India yang sering juga saya tonton masih membekas di memori saya. Nan Tido Manahan Hati mengandung makna bahwa Si miskin itu selalu bernasib mesti mengalah, karena tak bisa mewujudkan apa Nattsang - Syvsover - Syvsover diangankan dalam hati.

Lirik lagu dikemas dalam pola pantun, sehingga isi lagu yang menjadi latar kisah lagu ini terletak pada lirik setelah lirik sampiran. Pertamapengakuan jujur bahwa kehidupan nyata itu tak mungkin hanya bermodalkan cinta. Kebahagiaan riel itu seringkali ditentukan juga oleh kondisi ekonomi, prestise, dan status sosial. Cinta seringkali tak kuat menghadapi badai kehidupan, terutama akibat kondisi ekonomi yang serba kekurangan, apalagi calon pasangan hidup yang tidak terbiasa dengan kehidupan yang morat marit.

Pencinta sejati biasanya tak egois. Dia merasa bersalah apabila orang yang disayanginya harus sengsara di tangannya. Karena itulah, Ia harus berani mengalah, meskipun keputusan itu berat dan menyakitkan, sehingga Ia harus mengatakan:.

Kedua, biasanya dampak mengucapkan kata perpisahan itu tidak semudah yang kita bayangkan. Akan tetapi, ketika tekad untuk mengalah sudah diambil, maka kebohongan yang menyakitkan diri sendiri juga terpaksa diucapkan, untuk meyakinkan sang pacar, bahwa perpisahan itulah jalan terbaik. Mana ada orang kuat kehilangan si buah hati. Kalimat sederhananya diungkap dalam lirik:. Pelarian terbaik itu adalah ke jalan Tuhan, pelipur lara yang berlandaskan qadar baik dan qadar buruk, bahwa perpisahan pun adalah sebuah ujian Tuhan, serta skenario Illahi yang pasti ada hikmahnya.

Paling tidak, kita hibur hati, bahwa nasib yang kita alami ini, bukan hanya kita sendiri yang merasakannya. Peruntungan seperti ini sudah lazim menyertai kehidupan si miskin. Boleh jadi, kegagalan cinta menjadi pemicu spirit untuk secepatnya keluar dari status sosial yang selalu dipandang rendah oleh banyak orang.

Imajinasi inilah yang diungkapkan dalam lirik:. Dua larik lirik ini, seringkali cukup ampuh untuk membujuk diri, karena toh kejadian yang menimpa diri itu sudah menjadi fenomena sosial dan kalau ingin tak selalu menahan hati, harus berusaha menjadi urang nan lai orang berpunya.

Kalau perubahan itu tak mungkin Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon di kampung halaman, yach merantau, mengikuti jejak kawan-kawan yang sudah sukses. Yang merantau itu orang susah. Dan, yang mau bersusah susah di rantau itulah yang biasanya meraih sukses merubah status sosial.

Kisahnya mengambil masa di akhir pemerintahan dinasti Yuan, sekitar tahun an. Dinasti Yuan adalah pemerintahan bangsa Mongol yang menjajah Tiongkok. Masa cerita ini terjadi bersamaan dengan kejayaan Majapahit dan Pagaruyung. Penjajahan dalam bentuk apapun selalu dimulai dengan persekongkolan jahat. Dalam kisah ini diurai, bahwa pengkhianat Cina yang terdiri dari mantan jendral, budayawan, cendekiawan dan pendekar, bersekongkol dengan penguasa Yuan, bangsa Mongolia, pimpinan Kublai Khan.

Demi uang dan cari aman, tergadai habis semuanya di Tiongkok. Yang paling tragis adalah kemunculan geng Tse Bong. Namun, seganas apapun penjajah, bumi tertindas itu tetap saja melahirkan pejuang. Dan, pejuang utama dalam cerita silat ini adalah seorang anak muda dari Han Pha Njang, bernama Gan Fau Zci, murid satu-satunya pendekar sakti Bulek Sansu.

Disinilah, kisah cinta Fau Czi dan Lin Hwa yang penuh duka lara itu mewarnai cerita silat ini. Lebih jauh, dikisahkan bahwa perjuangan kemerdekaan Cina mengakhiri kekuasaan Mongolia, dalam cerita ini juga melibatkan salah seorang pendekar hebat Tiong Bong Kok, yang ketika menjadi penguasa di Sungai Ngiang Minangkabau, lebih dikenal sebagai Tiang Bungkuak.

Ia memiliki keris bungkuk buatan Empu Gandring. Disamping Shortenin Bread (Backtrack) - Unknown Artist - Country Picks - Vol.

55, sisi lain dari kehebatan Gajah Mada, canda spesial orang Piaman, dan terpatah-terpatahnya orang Cina berbahasa nusantara, semakin menambah daya pikat cerita silat ini. Buku ini menjadi amat spesial, ketika heroiknya dunia persilatan, jahatnya politik kekuasaan, pilunya penindasan, serta begitu perihnya dera percintaan dan parodi yang menggelikan, saling memperkuat dan saling memikat.

Barangkali, kisah fiksi yang terjadi enam abad yang lalu itu, bisa juga hadir pada bangsa lain ataupun dalam bentuk lain. Mana tahu benar adanya. Sebaliknya, umumnya orang tak tahu bahwa DR.

Agus Taher lahir sebagai anak desa, 9 Agustusdi Seberang Palinggam Padang, bukan dari keluarga seniman, akan tetapi anak seorang petani. Rasa seni Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon menyelinap, terpengaruh oleh kegemaran ibunya membaca cerita tradisi Minang, yang disebut Kaba.

Di masa itu pun, Agus Taher juga sudah Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon oleh hebatnya karya-karya Buya Hamka. Buya Hamka adalah idolanya. Di masa kecil itupun, pertemanannya dengan seorang remaja Cina, bernama Goat membuat Ia sudah melahap banyak sekali buku silat karya Kho Ping Ho.

Yang Ia suka, serial Raja Brother John - David Lindley And El Rayo-X - Win This Record!. Dua tokoh ini, banyak mempengaruhi suasana batin Agus Taher dalam berkarya.

Di Seberang Palinggam, rumah tetangga di belakang rumahnya juga merupakan tempat latihan sebuah orkes Melayu. Agus Taher sering ikut menyaksikan orkes melayu ini latihan. Pemusik yang tinggal di rumah itu, yang biasa disapa Maetek Jamin, memiliki sebuah gitar bagus.

Di rumah tetangganya itulah, untuk pertama kali Agus kecil mulai akrab dengan gitar, ketika masih berumur 10 tahun. Di akhir tahun Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon itu, beberapa lagu dan teknik olah vokal P.

Trend musik berubah, Ia pun beralih mengikuti perubahan itu. Dulu, hentakan talempong dan tangga nada saluang darek kurang diminatinya. Grup gamadnya, Ikatan Budidipimpin oleh suami keponakan ayahnya, Nurman St. Mansyur, seorang tentara dari kesatuan Zenpur.

Teman segrupnya, umumnya setengah baya, sudah berkepala 3 keatas. Pemain biolanya Rusyid, pemain melodi gitar Syukur, dan Agus Taher sebagai pemain gitar rhytim. Biasanya, latihan di rumah boss gamad di bilangan Jembatan Babuai Koto Baru, yang ditempuh dengan jalan kaki dari Seberang Green Dolphin Street - Monty Alexander - Unlimited Love - Live & In Concert. Kadang-kadang di rumah nenek Ody Malik, yang berdekatan dengan rumah mantan Kapolri Awaluddin Djamin.

Mulai jam 8 malam, sering juga pulang menjelang subuh. Orkes gamadnya inipun sering mengisi acara di RRI Padang. Menurutnya, yang berat bukan berjalan kaki yang cukup jauh itu. Pantak boto adalah istilah khusus untuk si peminum atau si pemabok.

Di masa itu, seni musik gamad pun dianggap kampungan. Kebetulan pimpinan orkes tersebut adalah ibu kandung dari ayah tirinya. Rekan satu grupnya adalah Bujang, salah satu pemain biola terbaik Sumatera Barat, Pakiah pemain bass, Asmat pemain drum, dan Taswir Zubir sebagai pemain akordion.

Dalam masa an ini, Ia juga menjadi pemain Band Darmaputra. Sejak itu, setiap bulan muncul 1 — 2 lagu baru. Baginya, Zul Azham adalah pemberi amunisi dan pembakar semangat, sekaligus fans pertamanya di awal masa berkarya. Jadi, Zul Azham adalah orang ke-1 atau yang pertama yang berjasa dalam memacu semangat dan karir musik Agus Taher. Agus Taher setelah menciptakan sekitar 31 lagu berbahasa Indonesia, baru belajar menciptakan lagu Minang.

Itupun termotivasi oleh Yan Juneid yang sedang populer ketika itu. Ceritanya begini. Panasaran dengan sukses Yan Juneid inilah yang menjadi penyebab Agus Taher untuk pertama kali menciptakan lagu Minang, yaitu lagu Salendang Mayang yang ditulis 1 Januari Keberanian yang terbilang Bonek ini, bahkan mungkin kurang mengukur bayang-bayang diri. Pada tahunAsben yang lagi naik daun di masa itu, mau merekam lagunya berjudul Palito Den lah Padam.

Itupun berkat jasa baik adik kelasnya di Fakultas Pertanian Unand, Royal Garden Blues - Vic Dickenson / Marty Napoleon / George Wettling / Rex Stewart / Arvell Shaw /. Ikhsanyang memberikan 7 lagunya ke Syamsi Hasan. Ketika itu, honor lagunya hanya Rp 5.

Bagi Agus Taher, tiga nama itu, yakni Ikhsan, Asben, dan Syamsi Hasan adalah nama-nama ke-2ke-3dan ke-4 yang telah menorehkan jasa baik di awal karir musiknya. Pencipta ini memang mempunyai alasan yang Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon pribadi dengan si pelawak dan spesialis lagu kocak Syamsi Hasan.

Menurut My One And Only - Ella Fitzgerald - Ella Sings Gershwin - Volume 1 Taher, Syamsi lebih dulu berperan memberikan seberkas kegembiraan yang mampu menerangi kembali jalan berkesenian yang hampir tak akan dilikuinya lagi.

Pada tahun itu, Ia juga menciptakan sebuah lagu untuk almamaternya, Fakultas Pertanian Unand berjudul Dian Petani. Lagu ini ternyata dijadikan Himne oleh almamaternya. Lagu ini, biasanya dinyanyikan ketika penutupan acara Posma. Di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, beberapa bulan kemudian, lagunya berjudul Mandeh yang dinyanyikan Harvey Malaiholo terpilih sebagai Juara IV, padahal lagu tersebut ketika disodorkan ke Yan Juneid beberapa tahun sebelumnya, juga tidak masuk etongan.

Meskipun juara IV di ajang Festifal, akan tetapi lagu itu diposisikan di urutan pertama oleh Purnama Record ketika dipasarkan. Ternyata memang lagu Mandeh itu yang lebih populer di masyarakat. Di Sumatera Barat, lagu Mandeh ini populer sepanjang tahun an. Dan, nama Harvey Malaiholo makin pas diposisikan sebagai nama ke- 5 yang membawa berkah pada Agus Taher. Kalimat ini masih tergores dalam catatan harian Agus Taher yang masih rapi hingga saat ini. Agaknya Ia begitu bangga, bahwa lagunya lolos setelah melewati saringan yang amat ketat.

Bukan hanya pesaing yang berat, akan tetapi melewati dewan juri yang hebat-hebat itu yang Radiohead - The Bends. Pengalaman selalu gagal ditolak oleh produser dan penyanyi, masih menyisakan kegamangan, meskipun Ia sudah berprediket Juara Festifal di tingkat Nasional.

Bayangan menyusuri jalan Kembang Pacar, berjalan kaki dari proyek Senen, mencari alamat Elly Kasim tahun masih jelas. Masih rapi bayangan pintu rumah Elly Kasim dibukakan sedikit, kemudian terulur tangan pembantu sang maestro itu memberikan sampel lagu yang diserahkannya seminggu yang lalu. Kembali lagi ke pintu pagar studio Tanama Record.

Ketika masuk, kebetulan langsung berhadapan dengan seseorang yang rasanya mirip seseorang yang pernah bertemu dengannya di Taman Ismail Marzuki Jakarta, tetapi belum sempat bertegur sapa. Baru saja akan bertanya, mister X itu langsung saja mendahului: Iko Agus Taher kan? Ketika Agus Taher manjawab, ya, kedua pencipta ini saling berangkulan dengan America - Various - Spin Radio Underground Show. Dan, kalimat terakhir Masrul Mamudja itu Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon bertuah.

Manajer produksi Tanama Record, yang biasa disapa Uncu itu, seminggu kemudian langsung menyetujui 7 lagu Agus Taher untuk album Zalmon bertajuk Biduak Pincalang.

Dalam hati, Agus Taher membatin, gaung Festifal ternyata cukup hebat membuka jalan berkesenian. Untung ada Masrul Mamudja, bisik batinnya. Baginya, Masrul Mamudja adalah orang ke-6 yang dianggap berjasa dalam memuluskan karir musiknya.

Dari lirik lagu Pitunang Saluang Nan Hilang dan Minangkabau Dalam Lagu I, Nuskan sudah dapat menduga bahwa anak ini berbakat dan memiliki talenta tinggi sebagai pencipta. Dalam dunia persilatan, sebagaimana yang sering dibacanya Interlude In Reverse - The Warlocks - Heavy Deavy Skull Lover karya karya Kho Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon Ho, Pibu adalah ajang mencari juara silat, sama dengan iven Nobel mencari ilmuan hebat, atau Olympiade sebagai wadah untuk menemukan olahragawan jagoan.

Bagi The Healer - Various - Heart Rock Taher yang pernah menerima Satyalencana Wira Karya tahun dari presiden Soeharto ini sebagai peneliti lahan gambut, maka Festifal Lagu Minang Populer Tingkat Nasional itu juga menjadi ajang pemicu naluri musik untuk berkarya lebih baik.

Dari banyak ragam dan gaya yang dibawakan oleh sebuah musik ia memiliki caranya sendiri untuk menyatukan dan memikat para pendengarnya. Kali ini kita akan membahas musik daerah yang berasal dari pulau Sumaetra tepatnya di Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon Barat yang sering dikenal dengan lagu Minang. Disebut dengan lagu minang Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon lagu ini berlirikan bahasa khas dari Sumatera Barat.

Berikut lagu-lagu minang terbaik yang sering didengarkan atau juga lagi ngehits. Pokoknya jangan ketinggalan deh yuk disimak:. Mungkin diantara kalian ada yang masih ingat dengan lagu yang satu ini ya. Menurut penulis lagu ini tiada habisnya, dari beberapa tahun yang silam sampai sekarang kita masih bisa menikmatinya dan sering mendengarkannya. Lagu yang satu ini merupakan salah satu lagu yang dipilih menjadi lagu nasional daerah. Sudah tak heran lagi ya, lagu-lagu daerah seringkali bait-baitnya seperti pantun atau kiasan-kiasan.

Sudah tidak heran lagi lagu ini tidak hanya dihafal oleh orang dari daerah Minang saja, tetapi juga disenangi oleh orang-orang selain dari luar daerah Minang. Salah satu lagu recommended dari penulis, karena lagu ini termasuk lagu lama yang akan membuat kamu rindu kampung halaman setiap kali mendengarnya. Meski kamu bukan asli orang Minang kamu akan tetap merasakan nuansanya jika dihayati dengan seksama.

Satu yang menjadi keunikan dari penyanyi lagu ini adalah berdarah Minang yang lahir di Jakarta. Sudah bukan hal yang tabu lagi kalau orang Minang suka merantau. Mungkin bagi kamu yang bukan berdarahkan Minang akan tetap familiar dengan lagu yang satu ini ya, karena lagu ini memang menjadi salah satu lagu daerah yang akan disebut-sebut namanya dalam sebuah kegiatan budaya nasional.

Lagu ini dipopulerkan oleh Tiar Ramon sebagai orang yang membawakan lagu-lagu Minang dan Melayu. Kehebatannya sebagai pembaca puisi juga mencengangkan. Ia bisa menangis dan membuat penonton sering meneteskan airmata, ketika Elly bersajak di panggung-pangung Bukittinggi. Menurut Elly, dunia puisi ini ternyata banyak manfaatnya dalam menjiwai sebuah lagu. Perbedaan Elly Kasim dengan pendahulunya, Nurseha dan Jusna Rustam, terletak dari lebih kentalnya sentuhan rasa dalam setiap lagu-lagu yang dilantunkan Elly Kasim.

Katanya, itu pengaruh dari pengalaman berpuisi. Bakat dan kepopuleran awal Elly sebagai pelaku seni makin tampak selama tinggal bersama mamanya di Pakanbaru. Di kota minyak ini, disamping aktif dalam soal nyanyi dan menari, Elly juga aktif di sandiwara.

Waktu bergulir dan musim berganti. Namun, peranan sang paman tak pernah surut memuarakan bakat besar sang keponakan di saat Elly berangkat remaja. Suatu kali, orkes Gumarang yang saat itu sedang menjadi diva musik Indonesia, show di Gedung Kesenian Jakarta. Meskipun tiket mahal, si Om tetap membawa Elly nonton. Kehebatan Gumarang terletak pada aksi panggung yang apik, hentakan musik yang membius, serta koor yang dimainkan begitu indah dengan harmoni tingkat tinggi, kata Elly menambahkan.

Itulah persentuhan pertamanya dengan lagu Minang, yang pada gilirannya melambungkan namanya di persada blantika musik di tanah air. Katanya, cara Nurseha menyanyikan lagu, masih kurang memancing emosi, meskipun Elly sangat mengagumi Nurseha. Ia melihat disini peluang untuk tampil beda, bila suatu saat nanti Rebirth (Redox) - Various - Nature One - The Golden Twenty mendapatkan kesempatan menjadi penyanyi rekaman.

Sebenarnya, Elly Kasim yang masa remajanya lebih banyak diluar Sumatera Barat tidak kenal betul dengan nuansa saluang dan bansi. Juga Ia tidak paham lagu-lagu tradisi Minang. Garinyiak atau cengkok irama yang keluar dari kerongkongan Elly itu hanya kreasinya sendiri, akal-akalannya saja untuk tampil beda dari penyanyi sebelumnya yang Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon top.

Kata banyak pengamat, cengkok dan garinyik Elly Kasim itu adalah gaya saluang yang digunakan dalam bernyanyi. Namun anehnya, cengkok tradisi itu sudah diperkenalkan Elly dalam rekaman, jauh sebelum Ia merekam lagu bernafaskan iro lagu saluang ciptaan Ajis St. Ia tamat Sarjana Muda Farmasi, tetapi S-1 nya tak selesai.

Itu sebabnya, dekannya sering marah-marah apabila ketemu Elly, yang dianggap tak sabar setahun lagi bisa meraih S Kebetulan Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon dekan, juga orang Padang. Di Jakarta, kamar mandi, hampir tiap hari diramaikan oleh dendang gadis yang sudah betul betul gila musik. Kamar mandi seakan saksi bisu dari pergulatan seorang calon mega star memenuhi ambisinya, merajut mimpi panjang sejak masa kanak-kanak.

Di luar kerja, Syamsul Arifin pimpinan orkes Ganto Rio, yang ketika itu cukup populer di acara-acara kenduri orang Minang di Jakarta. Lobby Om ini menghantarkan Elly sebagai penyanyi cewek Ganto Rio. Orkes pimpinan Syamsul Arifin ini semakin mendulang popularitas setelah Elly bergabung. Di Padang, si gitar maut-Nuskan ini sudah kenal baik dengan Syamsul Arifin. Nuskan yang di Padang sudah top sebagai pimpinan orkes Ganto Sori, makin kondang ketika lagunya, Kumbang Cari, direkam dan dinyanyikan orkes Gumarang.

Di acara kenduri itu Syamsul meminta Nuskan bergabung dengan orkes Ganto Rio. Tawaran kawan karib ini membuat niat Nuskan Syarif untuk hijrah ke Jakarta semakin bulat. Nuskan Syarif amat arif menangkap peluang! Dalam waktu singkat, tak lama setelah bergabung dengan orkes Ganto Rio, maka salah satu pelaku sejarah kebangkitan lagu Minang ini langsung mengambil alih nakhoda orkes Ganto Rio ini. Kebetulan Syamsul Arifin juga sudah direpotkan oleh pekerjaannya di Angkasa Pura.

Tak tangung-tanggung, anak Painan ini langsung mengganti nama grup musik ini menjadi Kumbang Cari, atas usul Elly. Tak cukup itu, Ia pun mulai mempersiapkan kru Kumbang Cari untuk masuk dapur rekaman. Nama Elimar pun digantinya menjadi Elly Kasim. Terlalu panjang dan kurang komersil. Begitu alasan Nuskan untuk proses pergantian nama baru Elly ini.

Gebrakan rekaman perdana Kumbang Cari meledak luar biasa! Lagu Lamang Tapai dan Bareh Solokkeduanya ciptaan Nuskan Syarif, begitu mudah melenggang-merasuk ke jantung-hati masyarakat Minang di tanah air.

Sesuatu yang dahsyat begitu cepat terjadi. Album perdana Kumbang Cari langsung menempatkan 3 nama terukir indah Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon blantika musik modern di tanah Air. Pertama, nama orkes Kumbang Cari muncul sebagai kompetitor berat bagi orkes-orkes yang sudah malang melintang ketika itu, seperti Gumarang dan Taruna Ria. KeduaNuskan Syarif, melambung sebagai pencipta handal dengan petikan gitar mautnya, sebuah ciri khas bergitar yang sama sekali baru ketika itu.

Nuskan Syarif dengan begitu cepat berkibar sebagai icon baru dalam peta permusikan di tanah air. Padahal, gara-gara gaya petikan gitar mautnya inilah yang membuat Upside Down - Various - Aerobics Con 14 Exitos tak mau menerima Nuskan bergabung dengan orkes Gumarang. Tak cocok dengan gaya Gumarang, kata Asbon, malah menyuruh Nuskan membentuk grup musik sendiri.

KetigaIndonesia melahirkan seorang diva musik, Elly Kasimseorang maestro yang dikenal terpanjang umur kejayaannya dalam sejarah berkesenian. Suaranya direkam sejakdan masih direkam sampai Lima puluh tahun, sebuah masa yang teramat panjang dalam berkesenian. Sukses adalah rahmat dan rancangan Allah. Akan tetapi, kiat sukses adalah rancangan diri sendiri.

Kiat sukses terkait dengan strategi hidup dan kejelian membaca zaman, trend musik, perubahan selera musik masyarakat, menyelia lagu dan memilih pemusik, termasuk mengukur bayang-bayang diri. Keberhasilannya yang lebih bernuansa rahmat, diakuinya dalam perspektif bahwa Ia hampir tidak mempunyai pesaing yang berat pada periode awal kemunculannya. Elly Kasim praktis melengang sendiri selama hampir 15 tahun. Ini betul-betul sebuah pengakuan jujur.

Pengakuan ini pun menunjukkan kebesaran jiwa seorang Elly Kasim. Salah satu pesaingnya yang cukup handal, hanya Lily Syarif, yang mencuat namanya sekitar tahun Akan tetapi, si cantik Lily ini terlalu cepat menghilang, karena disunting pejabat Jambi, Sayuti Rahman, yang belakang hari menjadi Gubernur Jambi Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon 2 periode.

Selepas menghilangnya Lily Syarif dari dunia musik, penyanyi yang kadang-kadang disapa Cik Uniang ini makin kokoh menancapkan popularitasnya dalam balantika musik Minang di tanah air. Ia pun berkolarasi dengan Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon atau grup musik beken di zamannya. Di album perdananya, Ia ditopang maestro musik, Nuskan Syarif, salah seorang pelaku sejarah musik Minang modern yang luar biasa.

Manajemen individualnya pun bagus. Elly Kasim terbilang cakap merancang ke-awetan pamornya, samahalnya perawatan kecantikan. Dalam menghadapi sebuah show, Ia betul-betul berhitung dalam memilah dan memilih lagu apa yang akan dinyanyikan, pakaian apa yang akan dipakai sesuai penonton yang akan dihiburnya. Elly Kasim juga Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon kemampuannya tentang tekhnik berkomunikasi dengan penonton, bernegosiasi dengan Panitia Acara, ataupun melakukan pendekatan dengan band pengiring.

Yang paling hebat, Ia amat pandai mempertahankan gaya bicaranya yang tetap hangat dan akrab. Kerlingan, senyuman, canda, dan tutur katanya masih remaja dan hangat.

Yang lebih ajaib, bila kita buka internet, kemudian kita sigi tampilan album-album Elly Kasim, maka kesimpulannya, Elly Kasim di umur an lebih cantik dan anggun dari Elly saat berusia remaja. Yang paling dijaganya adalah citra. Elly sangat hati-hati agar terhindar dari gosip dan bisik-bisik sumbang. Begitulah, arif menjaga citra diri dan bijak menjalin komunikasi, menempatkan Ia bukan hanya disegani di kalangan seniman, tetapi juga dihormati oleh kalangan elit. Juga bukan hanya warga Minang, akan tetapi juga kalangan non Minang di tanah air.

Semua lagu yang lepas dari kerongkongnya selalu enak didengar. Ia tak berpantang dalam melahap makanan yang pedas-pedas. Malah kurang pedas, rasa tak makan, katanya. Kelenturan pita suaranya tetap awet, barangkali karena terlatih terus disebabkan hampir tak putus-putusnya jadwal shownya. Begitulah rancangan Allah dan disain hidup Elly Kasim agaknya menyatu menjadi sebuah karunia yang memposisikan Elly Kasim sebagai legenda dalam blantika musik Minang modern selama setengah abad.

Apabila rona pelangi ada 7, maka kemilau rona yang terbersit dari seorang Elly Kasim paling tidak ada 9, yang masing-masing rona berkilauan melebihi gemerlapnya bintang-bintang yang pernah bersinar dalam permusikan Minangkabau.

Rona rona tersebut adalah:. Ia seorang penyanyi cemerlang yang pernah dimiliki ranah Minang. Elly Kasim termasuk salah seorang pengibar lagu Minang modern terbesar dan terpanjang kiprahnya. Namanya tersohor kemana-mana. Yang hebat, bintangnya sudah gemilang di usia masih muda, 17 tahun. Ketika bocah, lenggang lenggoknya sudah berbentuk dan mengundang decak kagum. Goyangnya anggun dan sopan, seirama dengan setiap dendang yang didendangkannya. Bait-bait puisi menjadi bertenaga dan bergelora ditangan Elly.

Bukan hanya keharuan dan airmata Elly saja yang berguguran ketika Ia menikungi kata demi kata sebuah puisi, akan tetapi juga isak dan airmata penonton yang bergulir turun terpancing kesenduan yang dihadirkan Elly ketika Ia bersajak.

Itu pertanda bahwa Dia bukanlah perempuan biasa. Ia gudang ide, pemanciang nada — nada indah dalam proses penciptaan lagu, malah Ia sering memicu lahirnya selarik lirik dan melodi lagu. Ral-ral bagus, sinkop-sinkop kokoh, serta intro-intro indah dari sebuah musik, sering dianyam pemusik dari imajinasi Elly Kasim yang luar biasa. Ia lama di rantau dan tidak begitu akrab dengan seni musik tradisi Minang.

Akan tetapi siapa menyangka lagu-lagu tradisi karya Ajis St Sati menjadi sangat papuler di tangan Elly. Alat musik saluang tidak dikenal dalam musik orkes Gumarang, termasuk ketika orkes Kumbang Cari sedang berkibar.

Saluang baru berbaur dengan musik Minang modern, ketika Zaenal Combo membuat album Elly Kasim di Singapura tahun Kebanyakan artis, kaya ketika masih jaya, akan tetapi melarat di hari tua.

Elly Kasim tidak. Di usia senja Ia hidup bahagia. Rumahnya mewah, bisnisnya berkembang, terutama usaha pelaminan dan Music Entertainment dibawah bendera Sanggar Bunda dan Sanggrina yang dipimpinnya. Bisnis pelaminannya cukup top di Jakarta, konsumennya kebanyakan para elit berkantong tebal. Shownya ke manca negara masih saja berjalan lancar, menambah padat pundi-pundinya. Umumnya menyandang prediket seniman tidak enak. Di sana anda The, The Cheat - The Four Bags - Live At Barbès dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu.

Gratis :. Sejak tahun 60'an sudah memilih jalur musik orang Awak yang sudah berbaur menjadi musik Universal dan sudah dinikmati kalangan masyarakat yang beragam Budaya dan suku ini, jauh sebelum kemunculannya tahun50'an sudah muncul kelompok Orkes GUMARANG yang sudah menjadi bagian dari Musik Indonesia. Kepopuleran namanya berhembus cepat tertiup angin di simenanjung Melayu di Negara Seberang tidak saja mendendangkan Lagu2 Minang tapi juga Irama Melayu.

Karena uni Elly, tahu betul resiko dunia yang sudah digelutinya ada masanya kapan dia harus berhenti.



Sitemap

Holocausto 88 - Terror 88 - Rehearsal 1, Minstrel In The Gallery - Jethro Tull - Live - Bursting Out, All Right - Christopher Cross - Ride Like The Wind - The Best Of Christopher Cross, Skipped A Beat - Cat5 - Cat5, Born To Be My Baby - Bon Jovi - New Jersey, Im Yours - Vic Dana - Warm & Wonderful, Serpentagram - King Hiss - Sadlands, When The Fingers Point - The Christians - The Christians, Escadron En Folie - Inedit En CD - Vladimir Cosma - Les Aventures De Rabbi Jacob / Levy Et Goliath, The Palace Fight - John Barry - Octopussy (Original MGM Motion Picture Soundtrack), Somebody - Depeche Mode - 101, Gods Gonna Separate The Wheat From The Tares - Mahalia Jackson - Gospels & Spirituals, Shut Up (Album Version) - Various - Dep Verano 2003 Rock

16.01.2020 Bralmaran DEFAULT9 comments

9 Replies to “ Adam Djo Hawa - Elly Kasim & Tiar Ramon - Elly Kasim & Tiar Ramon ”

  1. Dec 26,  · Yang pasti, Elly Kasim telah membuka peluang Tarun Yusuf dan Masrul Mamuja terkenal sebagai pencipta. Dan, Yan Bastian dan Tiar Ramon belum tentu dikenal orang, kalau tidak diajak berduet oleh Elly Kasim. 9 Sebagai Duta Musik Minang.
  2. Dindin Ba Dindin – Elly Kasim. Risaulai – Tiar Ramon. Lagu ini dipopulerkan oleh Tiar Ramon sebagai orang yang membawakan lagu-lagu Minang dan Melayu. Diawali dengan syair yang panjang, agak berat memang kalau bagi kamu yang tidak mengerti sama sekali bahasa Minang. Selama masih ada kaum Adam dan Hawa yang akan melangsung pernikan.
  3. Jan 31,  · Bahwa Adam dan Hawa, tiba-tiba saja turun Hamid Eden Efek Rumah Kaca Eka Samar Electron 45 Element Elkasih Ella Ella feat Deddy Dores Ella Fitzgerald Ellie Goulding Ello Elly Kasim Elly Sunarya Elven Elvie The Sister The Spouse The Tiren Chicken The Titans The Virgin The Voice Indonesia The Weeknd Thomas Thomas Arya Tia AFI Tiar.
  4. 歌:渡哲也/詞:水木かおる/曲:遠藤実 Original Key:Am / Capo:0 / Play:Am.
  5. Oct 01,  · Mix - Tiar Ramon Ft Elly Kasim -Usah Diratoki Lagu Minang YouTube; Tiar Ramon - Usah Diratoki Elly Kasim & Tiar Ramon ~ FULL ALBUM TERLARIS VOL.3 - Duration:
  6. Jan 26,  · Ehsaas ki hai khushbhoo mehki hawa haiADAM-- Hamid Eden Efek Rumah Kaca Eka Samar Electron 45 Element Elkasih Ella Ella feat Deddy Dores Ella Fitzgerald Ellie Goulding Ello Elly Kasim Elly Sunarya The Sister The Spouse The Tiren Chicken The Titans The Virgin The Voice Indonesia The Weeknd Thomas Thomas Arya Tia AFI Tiar Ramon.
  7. hidra12 Def Hysteria Add friend. Contributed 1, submitted Tiar Ramon & Fetty - Agiah Bana. about 1 year ago: submitted Tiar Ramon & Elly Kasim - Sabai Nan Aluih. about 1 year ago: submitted Java Jive (2) - Java Jive II. about 1 year ago: submitted Asben & Fetty - Saluang Top '90 - '91 Vol. 2.
  8. "Mr. Night Train" Buddy Morrow was born Muni Zudekoff on Feb. 8, , in New Haven, Conn., to immigrants from Poland and Russia. The fifth of six children in a musical family, he ended up learning trombone at age 12 because an older brother had already claimed the trumpet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *